• Selasa, 31 Januari 2023

Disebut Jadi Penyebab Utama Tragedi Kanjuruhan, Seberapa Bahaya Gas Air Mata?

- Kamis, 20 Oktober 2022 | 10:40 WIB
Ilustrasi gas air mata (Pexels/Ron Lach)
Ilustrasi gas air mata (Pexels/Ron Lach)

MAHAGABUT - Gas air mata disebut jadi penyebab utama Tragedi Kanjuruhan usai laga Liga 1 antara Arema FC versus Persebaya Surabaya pada 1 Oktober 2021 lalu.

Tragedi Kanjuruhan meninggalkan dukacita mendalam bagi warga dunia. Total korban meninggal akibat insiden tersebut mencapai 132 orang.

FIFA dengan jelas melarang penggunaan gas air mata di stadion. Tetapi, polisi mengklaim pihaknya menembakkan gas air mata untuk menangangani tindakan anarkis suporter usai kekalahan Arema FC dari tim tamu. Lantas apakah gas air mata berbahaya?

Baca Juga: Wisuda Geger! Video Fotografer Adu Jotos, Diduga Rebutan Pelanggan

Ahli Spesialis Paru dr. Erlina Burhan, M.Sc, SpP (K) menyebut gas air mata dapat mengganggu pernapasan apabila terhirup.

Sebab, gas air mata mengandung zat kimia yang dapat memicu iritasi di saluran pernapasan.

"Apabila zat kimia ini terhirup, akan terjadi iritasi di saluran napas dan ini membuat saluran napas sembab atau bengkak sehingga menyempit karena dindingnya inflamasi," saat dihubungi Kabar Siang seperti dilihat dalam kanal YouTube tvOneNews, Selasa (12/10/2022).

Baca Juga: Kepsek SMA Negeri 1 Turen Diduga Cek Siswi Pakai Pembalut atau Tidak, Berbuntut Demo

Erlina mengatakan, kondisi itu membuat orang susah bernapas dan menghasilkan sekret atau cairan sehingga bisa batuk-batuk.

Efek zat yang terkandung dalam gas air mata, kata dia, juga bisa menimbulkan sensasi seperti terbakar hingga rasa seak karena oksigen yang dihirup berkurang.

Halaman:

Editor: Tinwarotul Fatonah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

3 Fakta Rian Mahendra Dipecat PO Haryanto

Kamis, 5 Januari 2023 | 15:28 WIB
X